Label

Senin, 22 Oktober 2012

PLC - Power Line Communication

PLC (Power Line Communication)

   
Teknologi Power Line Communication (PLC) adalah sebuah teknologi yang memungkinkan transmisi data melalui jaringan distribusi listrik. Keunggulan utama sistem PLC adalah fleksibilitasnya karena tidak perlu menyediakan infrastruktur media komunikasi secara terpisah dan khusus. Ketersediaan infrastruktur jaringan listrik sampai ke pelosok wilayah dan fleksibilitas operasional serta nilai ekonomisnya, menyebabkan teknologi PLC tersebut sangat layak untuk dipertimbangkan pemanfaatannya. Karena pemanfaatannya langsung dengan user, maka sering jaringan PLC diistilahkan sebagai last-mile communications networks.
Secara umum kita bisa membagi sistem PLC menjadi dua bagian ; Narrowband PLC dengan data rate rendah ( sampai dengan 100 kbps) dan Broadband PLC dengan data rate lebih dari 2 Mbps.
Ketika pertama kali dikembangkan, PLC hanya mampu memberikan kecepatan data sebesar 60 bit per second, karena masih menggunakan teknik modulasi seperti modulasi linear AM, double-sideband AM, single side band AM (SSB-AM), dan FSK. Akibatnya, teknologi ini tidak dapat mengakomodasi komunikasi kapasitas besar sehingga hanya digunakan untuk komunikasi kecepatan rendah, seperti pemonitoran dan pengontrolan.
    Dengan menerapkan metode modulasi penerobosan (breakthrough) seperti Wide Bandwidth Spectrum Spread Method, Multi-Carrier Method, dan metode Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) ke PLC, maka didapatkan kecepatan tinggi dan komunikasi dengan kapasitas besar. Kini Gateway PLC mampu memberikan kecepatan data lebih dari 200 Mbps, berlipat-lipat kali lebih cepat daripada koneksi melalui modem.
    Power line komunikasi atau listrik carrier (PLC), juga dikenal sebagai garis Power Digital Subscriber Line (PDSL), induk komunikasi, listrik telecom (WBP), atau jaringan listrik (PLN), adalah sebuah sistem untuk membawa data pada sebuah konduktor juga digunakan untuk transmisi tenaga listrik. Broadband lebih dari Power Lines (BPL) menggunakan PLC dengan mengirim dan menerima informasi bantalan sinyal melalui jaringan listrik untuk menyediakan akses ke Internet.
    Daya listrik ditransmisikan melalui jalur transmisi tegangan tinggi, yang didistribusikan melalui tegangan menengah, dan digunakan di dalam bangunan pada tegangan rendah. Powerline komunikasi dapat diterapkan pada setiap tahap. Kebanyakan teknologi PLC membatasi diri mereka untuk satu set kabel (misalnya, bangunan kabel), tetapi beberapa dapat silang antara dua tingkatan (misalnya, baik jaringan distribusi dan tempat kabel).
    Semua sistem komunikasi listrik beroperasi dengan “mencetak sebuah pembawa termodulasi sinyal pada sistem pengkabelan. Berbagai jenis komunikasi Powerline menggunakan pita frekuensi yang berbeda-beda, tergantung pada karakteristik transmisi sinyal dari kabel listrik yang digunakan. Karena sistem kabel listrik ini awalnya ditujukan untuk transmisi listrik AC, dalam konvensional digunakan, kekuatan kawat sirkuit hanya memiliki kemampuan terbatas untuk membawa frekuensi yang lebih tinggi. Masalah propagasi merupakan faktor pembatas untuk tiap jenis komunikasi listrik. Sebuah penemuan baru yang disebut E-Line yang memungkinkan kekuasaan satu konduktor pada overhead listrik untuk beroperasi sebagai Waveguide untuk memberikan atenuasi rendah propagasi RF melalui jalur energi gelombang mikro sementara memberikan informasi tingkat Gbps beberapa pengecualian untuk keterbatasan ini.
    Tarif data melalui sistem komunikasi listrik sangat bervariasi. Frekuensi rendah (sekitar 100-200 kHz) pengangkut terkesan pada transmisi tegangan tinggi baris dapat membawa satu atau dua rangkaian suara analog, atau telemetri dan sirkuit kendali dengan data yang setara tingkat beberapa ratus bit per detik, namun sirkuit ini mungkin bermil-mil lama. Kecepatan data yang lebih tinggi biasanya menunjukkan rentang yang lebih pendek; suatu jaringan area lokal yang beroperasi pada jutaan bit per detik mungkin hanya mencakup satu lantai di sebuah gedung perkantoran, tapi menghilangkan berdedikasi instalasi kabel jaringan.

1. Konsep Dasar PLC
    Konsep dasar PLC adalah menumpangkan sinyal data pada jaringan listrik dengan teknik modulasi. Jaringan listrik di Indonesia menggunakan frekuensi 50 Hz, sedangkan sinyal data yang dimasukkan ke dalam jaringan listrik tersebut memiliki frekuensi sepuluh juta kali lebih besar, yaitu 500 MHz, sehingga tidak terjadi kondisi saling melemahkan. Hal ini dilakukan di gardu listrik distribusi (distribution substation) yang bertegangan rendah 220 volt. Listrik yang masuk ke konsumen, kemudian akan dipisahkan kembali antara sinyal listrik dengan sinyal data.
Pada gardu distribusi, tegangan tinggi diturunkan tegangannya dan terhubung dengan infrastruktur komunikasi, baik berupa fiber, kabel coax, jaringan nirkabel, maupun jaringan satelit. Repeater dipasang setiap jarak sekitar 300 meter, untuk memperkuat dan meng-generate kembali sinyal yang ditransmisikan.
Pada sisi pelanggan akhir dari jaringan, CAU (Customer Acces Units) menghubungkan peralatan pengguna apakah itu telpon, komputer atau yang lainnya, ke jaringan kabel listrik utama. CAU ini juga sebagai unit-unit pengkondisi yang berfungsi untuk mengisolasi secara elektrik peralatan-peralatan pengguna dari kabel listrik utama, juga untuk mengekstraksi sinyal data dari arus listrik.
CAU ini dihubungkan ke infrastruktur komunikasi yang merupakan tegangan rendah induk (240-415 volt). Pada substasiun listrik dimana jaringan distribusi tegangan rendah berasal, sinyal-sinyal diinjeksikan ke dalam jaringan tegangan rendah dari jaringan data konvensional eksternal (kabel tembaga koaksial, kabel optik fiber, jaringan nirkabel, atau bahkan jaringan satelit). Jadi meskipun komunikasi data dapat dipropagasi melalui kabel listrik, beberapa jaringan konvensional harus tetap ada atau diinstal ke substasiun. Sampai saat ini belum ada metoda yang ditemukan untuk melakukan propagasi sinyal-sinyal data melalui jaringan tegangan tinggi (> 415 volt).
Secara khusus, frekuensi sinyal daya listrik adalah dalam range 50/60Hz. Dengan pengkondisian, sinyal-sinyal data ini dinaikkan ke frekuensi ultra tinggi dalam range 500/600MHz, sehingga data dapat dilapiskan ke atas kabel utama listrik tanpa terjadi kondisi saling melemahkan. Interferensi diminimalkan dengan memecah arus data ke bentuk paket-paket sebelum diinjeksikan ke dalam jaringan listrik. Sistem komersial dapat menawarkan laju data digital dalam kecepatan kelipatan lebih dari 32 kbps ke maksimum arus yang diperkirakan mencapai 1 Mbps. Laju data ini relatif sangat stabil, bebas dari noise dan menawarkan spektrum-spektrum yang dapat digunaan dalam range 6 dan 10 MHz ke para pelanggan akhir dari jaringan distribusi dan kira-kira spektrum 20 MHz ke para pelanggan yang lebih dekat dengan substasiun.
Nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan listrik adalah bahwa sekali teknologi ini diimplementasikan akan memungkinkan mereka untuk memperoleh nilai tambah ke jaringan mereka sendiri dengan berkemampuan untuk membaca meteran listrik pintar dan mampu menyediakan peranti pengelolaan demand/supply cerdas yang memberi kemampuan pada perusahaan dalam mengimplementasikan sistem tarif yang inovatif ataupun sistem reward energi yang lain.

2. Arsitektur Jaringan
    Secara umum, PLC dikembangkan menjadi dua macam aplikasi yaitu outdoor-PLC yaitu PLC untuk menghantarkan Internet melalui jaringan listrik dan indoor-PLC, yaitu PLC untuk jaringan lokal dalam sebuah Local Area Network (LAN). Banyak sekali istilah yang digunakan untuk kedua aplikasi ini. Outdoor-PLC dikenal dengan Access Broadband Power Line (BPL), PLC Access Network atau Digital PowerLine (DPL 1000), sedangkan indoor-PLC dikenal juga dengan PLC Home Networking atau in-house PLC.

• Outdoor PLC
Outdoor-PLC adalah bagian yang berhubungan langsung dengan backbone jaringan telekomunikasi. Beberapa sistem telekomunikasi yang dapat difungsikan sebagai backbone ini seperti Fiber Optik, xDSL, dan Wireless Local Loop (WLL). Sehingga sinyal yang berasal dari backbone telekomunikasi ini akan dikonversi menjadi sinyal yang dimengerti oleh PLC. Perangkat PLC ini biasa disebut main unit atau base unit. PLC menggunakan bagian tegangan rendah dari infrastruktur distribusi listrik yang telah ada guna menyediakan pelayanan data ke pelanggan di rumah-rumah.

• Indoor PLC
Teknologi lain yang menggunakan jaringan listrik sebagai media untuk komunikasi data adalah indoor-PLC atau PLC Home Networking, sebuah teknologi yang menggunakan saluran-saluran tegangan rendah internal (dan kabel yang menghubungkannya) dalam gedung sebagai media untuk Local Area Network (LAN) yang dikembangkan secara plug and play sehingga mudah untuk dipindah-pindahkan.Indoor-PLC merupakan teknologi yang jauh lebih sederhana dan dibahas di sini sebagai pelengkap teknologi outdoor-PLC yang berskala besar. Indoor-PLC benar-benar merupakan solusi internal dimana di sini tidak melampaui batas-batas tempat pelanggan. Pastinya, indoor-PLC lebih sederhana daripada outdoor-PLC karena jaringan listrik dalam gedung/rumah biasanya sudah merupakan jaringan yang rapih dan terencana. Dalam sistem ini tidak ada peranti yang harus disisipkan ke dalam rangkaian tegangan rendah tidak diperlukan modifikasi pada titik oulet listrik. Faktanya, indoor-PLC sangat sederhana tinggal mencolokkan modem seperti suatu peranti ke bagian belakang komputer personal dan outlet listrik 220 volt konvensional. Tidak seperti outdoor-PLC, indoor-PLC merupakan teknologi yang telah banyak digunakan diseluruh dunia dan tidak membutuhkan pengkabelan khusus, tanpa lisensi, tanpa training khusus (bagian pengguna akhir maupun administratornya) dan tanpa protokol khusus. Kelemahan utama teknologi ini adalah bahwa kecepatannya terbatas sampai 56,6 Kbps, yaitu kecepatan dari modem tercepat. Sehingga sistem ini tidak berguna untuk aplikasi-aplikasi yang lebih dari sekedar transfer data.


/>
Read More..

Sabtu, 20 Oktober 2012

OSI Model Dan OSI Layer

Model Open System Interconnection ( OSI ) diciptakan oleh internasional Organization For Standarization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

MODEL LAYER OSI




Terdapat 7 Layer pada Model OSI. Setiap Layer bertanggung jawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggung jawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggung jawab untuk mengoreksi terjadinya "Error" selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group : "Upper Layer" dan "Lower Layer". "Upper Layer" fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada " Lower Layer". Lower Layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

"Open" Dalam OSI


"Open" dalam OSI adalah untuk menyatakan Model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras atau "Hardware" yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan"Moldularity" (dapat dibongkar pasang).


Modularity

"Modularity" mengacu pada pertukaran protokol dilevel tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya. Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras "" Hardware" dari Vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.


Seperti contoh jasa antar (kurir). "Modularity" pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat.


Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai di Indonesia. Pesawat terbang membawa paket ke Indonesia tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu.

7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 Layer, yaitu :
Application
Presentation
Session
Transport
Network
Data Link
Phisycal
Apa Yang Dilakukan Oleh 7 Layer OSI ???

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-7 layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian disisi penerima data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu "Header" sedangkan pada sisi penerima "Header" dicopot sesuai dengan layernya.

Model OSI
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desaigner jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer uang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 layer dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer diatasnya amupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.
/>
Read More..

Jumat, 21 September 2012

Mengenal ZELLO

Anda mengenal walkie-talkie atau orang sering menyebutnya dengan HT (handy-talkie)? Alat komunikasi tersebut sangat praktis, karena tinggal pencet, maka semua teman yang berada di frekuensi yang sama, akan bisa langsung mendengarkannya. Namun HT ada kelemahannya, yaitu jangkauan terbatas hanya 1-2 km saja (kecuali kalau Anda menggunakan menara repeater yang tinggi dan kuat daya pancarnya) dan kita tidak tahu siapa saja yang ikut nimbrung dalam pembicaraan kita. Pada jaman yang sudah maju ini, ada jalan keluarnya: pakai aplikasi Zello, yang tersedia untuk Android, BlackBerry OS, dan iOS, bahkan MsWindows, secara gratis.


Zello di PC. Ada versi mobilenya.
Untuk versi mobile phone, carilah di gudangnya masing-masing (Android ada di Google Play, BlackBerry OS ada di BB AppWorld, iOS ada di AppStore, dan untuk MsWindows ada di zello.com). Setelah program ini diinstal, Anda perlu membuat user id dan password. Anda harus menggunakan akun email untuk ini. Bila Anda memiliki tiga ponsel dan 1 PC, dan masing-masing ingin diisi dengan Zello, maka Anda harus memiliki 4 akun e-mail. Tidak masalah bukan? Gratis saja kok. Membuat user id dapat dilakukan dari dalam menu Zello.
     Setelah Anda sign-in ke dalam Zello, Anda dapat mengundang teman-teman Anda untuk menjadi teman di jaringan Anda. Anda dapat mengundang mereka dengan user id atau e-mail mereka. Kalau tawaran Anda disetujui, maka daftar nama mereka akan tampil seperti pada gambar di sebelah ini. Mirip dengan Yahoo! Messenger ya?


    Zello dapat bekerja di berbagai jaringan, mulai dari wi-fi, GPRS, EDGE, 3G, hingga HSDPA. Dengan demikian, Anda dapat berbicara dengan teman sesama pemakai Zello di seluruh dunia (bandingkan dengan HT yang jangkauannya hanya 1-2 km saja). Anda dapat berbicara dengan salah satu teman Anda, atau dalam satu grup (disebut channel atau kanal). Untuk berbicara, Anda harus menekan tombol tertentu (dapat diatur). Setelah selesai bicara, lepaskan tombol tersebut. Ya, memang menggunakan teknologi PTT (push to talk) yang ada di HT. Sebelum berbicara kepada seorang teman atau sekelompok grup, Anda dapat mengirim tanda atau bunyi tertentu, misalnya tiit-tiit-tiit, sehingga teman-teman menaruh perhatian.
     Hati-hati bila Anda menggunakan jalur data, karena pada kondisi standby, Zello akan menggunakan 20 KB (kalau per kb Rp1 seperti yang ditawarkan beberapa operator, berarti Anda akan membayar Rp20 per jam). Tetapi pada kondisi aktif berkomunikasi, per menit memerlukan 110 kb (masih tetap murah sih). Kondisi yang paling murah adalah bila Anda menggunakan jalur wi-fi saja. Namun kondisi ini tidak bisa dilakukan bila Anda sedang konvoi kendaraan, atau berdemonstrasi di jalan, atau sedang naik gunung bersama klub pecinta alam Anda.
     Saya sudah mencoba di jalur GPRS antara Android-BlackBerry-iPhone-PC, ada delay sedikit. Demikian juga ketika di jalur 3G. Namun lumayan bagus kalau berada di jalur wi-fi yang kuat. Nah, roger..roger..86... :-)


/>
Read More..

DNS dan pengertian nya

Akses Internet Cepat Memakai DNS Alternatif
DNS kepanjangan Domain Name Server. Fungsi DNS menerjemahkan nama Domain menjadi deretan angka IP. Contohnya bila kita akan membuka atau merequest url Domain tertentu, biasanya kita menggunakan deretan nama atau huruf karena lebih mudah dihafal seperti esc-creation.com, google.com, yahoo.com , Facebook.com dan sebagainya.
Nah disinilah DNS ini bekerja. DNS ini melakukan encode atau menerjemahkan dari domain google.com ke dalam bentuk deretan angka unik yaitu berupa IP misal google.com Ip nya adalah 208.67.219.231. Jadi bila kita masukan 208.67.219.231 pada browser maka juga akan membuka domain google.com tersebut. Deretan angka IP seperti 174.36.138.32. IP inilah yang digunakan mesin internet untuk saling berkomunikasi seperti Server Domain, Server Hosting, Server Proxy dan sebagainya.
Terus apa hubungan DNS dengan kecepatan akses internet kita ?
Selain trik dan tips mempercepat akses internet pada postingan lalu Menggunakan Proxy dan tweaking pada borwser. Kita juga bisa menggunakan DNS alternatif ini untuk mempercepat akses internet kita.
Pada dasarnya semua ISP (Internet Service Provider) atau penyedia layanan sambungan internet seperti indosat, Telkomsel, Telkom, dan sebagainya menggunakan atau mempunyai DNS Server tersendiri.Server DNS suatu ISP atau penyedia internet tentunya juga mempunyai kemampuan, kecepatan, speseifikasi, dan lama cache tersediri.
Adakalanya Server DNS ini Drop karena padatnya Trafik DNS server suatu ISP. Sehingga menyebabkan lambannya query atau proses request. Jadi bila terjadi gangguan pada Server DNS suatu ISP, maka pada saat kita akan membuka website menggunakan browser seperti mozila , Firefox, Opera, Flock, safari dan sebagainya, maka akan terasa lebih lambat bahkan terjadi konfirmasi error atau not Found pada browser kita. Seperti yang dulu sering terjadi di Telkom Speedy beberapa saat lalu.
Meski ISP atau penyedia Internet yang kita gunakan mempunyai Server DNS sendiri sebenarnya kita juga bisa menggunakan atau memanfaatkan DNS server ISP operator lain. Jadi Server DNS ini bisa kita gunakan untuk semua jenis ISP yang kita gunakan.
Cara merubah Setting DNS pada windows :
Control panel >>> Network Connections >>> Klik kanan account sambungan internet yang sedang aktif /connected >>> Properties >>> Networking >>> Internet Protocol >>> Properties >> Beri Tanda pada Use the Following DNS server addresses >>> masukan DNS yang anda pilih >> Klik Ok




Cara Mengganti DNS Windows

Restart Ulang Koneksi Internet anda , Perubahan akan terjadi setelah anda restart ulang koneksi internet anda.
Silahkan pilih alternatif DNS Server berikut ini, gunakan DNS yang anda rasa paling cepat pada sambungan internet anda.
Daftar Public DNS Server Indonesia :
Server DNS indosat.net.id termasuk DNS Indosat IM2
  • 202.155.0.10
  • 202.155.0.15
  • 202.155.0.20
  • 202.155.0.25
  • 202.155.46.66
  • 202.155.46.77
  • 202.155.30.227
DNS Telkom.net.id dan DNS Telkom Speedy
  • 202.134.0.155 : CacheDNS-JKT1.telkom.net.id (Jakarta)
  • 203.130.196.5 : CacheDNS-JKT2.telkom.net.id (Jakarta)
  • 203.130.196.155 : CacheDNS-JKT3.telkom.net.id (Jakarta)
  • 202.134.0.61 : CacheDNS-JKT4.telkom.net.id (Jakarta)
  • 125.160.2.226 : cachedns-tmk.telkom.net.id (Jakarta)
  • 202.134.1.10 : CacheDNS-SBY1.telkom.net.id (Surabaya)
  • 125.160.4.82 : CacheDNS-SBY2.telkom.net.id (Surabaya)
  • 61.94.192.12 : nsdpr1.telkom.net.id (Denpasar)
  • 125.160.2.34 : CacheDNS-DPS.telkom.net.id (Denpasar)
  • 125.160.2.162 : CacheDNS-MKS.telkom.net.id (Makasar)
  • 203.130.193.74 : CacheDNS-BTM.telkom.net.id (Batam)
  • 203.130.206.250 : CacheDNS-MDN.telkom.net.id (Medan)
  • 203.130.208.18 : CacheDNS-SMG.telkom.net.id (Semarang)
  • 203.130.209.242 : CacheDNS-BPP.telkom.net.id (Balik Papan)
  • 222.124.204.34 : CacheDNS-BDG.telkom.net.id (Bandung)
  • 202.134.0.62 : dns1.telkom.net.id
  • 222.124.18.62 : dns2.telkom.net.id
  • 203.130.196.6 : ns1.telkom.net.id
  • 203.130.193.75 : ns2.telkom.net.id
  • 202.134.1.5 : ns3.telkom.net.id
  • 202.134.1.7 : Telkom (Jakarta)
  • 125.160.14.189 : Telkom (Jakarta)
DNS Dirjen PostTel Indonesia

  • 203.34.118.10
  • 203.34.118.12
DNS Nawala Awari dns
  • 180.131.144.144
  • 180.131.145.145
DNS PT Dwi Tunggal Putra Network Access Point
  • 202.43.160.50
  • 202.43.160.51
DNS PT Digital Wireless Indonesia ISP
  • 122.200.48.14
  • 122.200.48.15
DNS POWER TELECOM Jakarta
  • 203.190.55.210
  • 203.190.55.211
DNS sat.net.id
  • 202.149.82.25
  • 202.149.82.29
DNS XL Excelmindo
  • 202.152.254.245
  • 202.152.254.246
DNS cbn.net.id
  • 202.158.40.1
  • 202.158.20.1
  • 202.158.3.7
  • 202.158.3.6
DNS Idola .net
  • 202.152.5.36
  • 202.152.0.2
Singnet Singapore
  • 165.21.100.88
  • 165.21.83.88
DNS indo.net.id
  • 202.159.32.2
  • 202.159.33.2
DNS itb.ac.id
  • 202.249.24.65
  • 167.205.23.1
  • 167.205.22.123
  • 167.205.30.114
DNS ukdw.ac.id
  • 222.124.22.18
Daftar Public DNS Luar indonesia (International ):
DNS Open DNS
  • 208.67.222.222
  • 208.67.220.220
DNS Google
  • 8.8.8.8
  • 8.8.4.4
DNS ScrubIt
  • 67.138.54.100
  • 207.225.209.66
DNS DNSadvantage
  • 156.154.70.1
  • 156.154.71.1
DNS vnsc-pri.sys.gtei.net
  • 4.2.2.1
  • 4.2.2.2
  • 4.2.2.3
  • 4.2.2.4
  • 4.2.2.5
  • 4.2.2.6
Verizon (Reston, VA, US)
  • 151.197.0.38
  • 151.197.0.39
  • 151.202.0.84
  • 151.202.0.85
  • 151.202.0.85
  • 151.203.0.84
  • 151.203.0.85
  • 199.45.32.37
  • 199.45.32.38
  • 199.45.32.40
  • 199.45.32.43
GTE (Irving, TX, US)
  • 192.76.85.133
  • 206.124.64.1
One Connect IP (Albuquerque, NM, US)
  • 67.138.54.100
OpenDNS (San Francisco, CA, US)
  • 208.67.222.222
  • 208.67.220.220
Exetel (Sydney, AU)
  • 220.233.167.31
VRx Network Services (New York, NY, US)
  • 199.166.31.3
SpeakEasy (Seattle, WA, US)
  • 66.93.87.2
  • 216.231.41.2
  • 216.254.95.2
  • 64.81.45.2
  • 64.81.111.2
  • 64.81.127.2
  • 64.81.79.2
  • 64.81.159.2
  • 66.92.64.2
  • 66.92.224.2
  • 66.92.159.2
  • 64.81.79.2
  • 64.81.159.2
  • 64.81.127.2
  • 64.81.45.2
  • 216.27.175.2
  • 66.92.159.266.93.87.2
Sprintlink (Overland Park, KS, US)
  • 199.2.252.10
  • 204.97.212.10
  • 204.117.214.10
Cisco (San Jose, CA, US)
  • 64.102.255.44
  • 128.107.241.185


/>
Read More..

IP address

Cara Cepat Menghitung IP Address

Perlu kita ketahui sebelumnya bahwa IP Address terdiri dari 32 bit yang di dalamnya terdapat bit untuk NETWORK ID (NetID) dan HOST ID (HostID).
Pemetaan bit NetID dan HostID untuk masing-masing kelas


Kelas IP
Range
Subnet Mask
NetID (bit)
HostID (bit)
A
1-126
255.0.0.0
8
24
B
128-191
255.255.0.0
16
16
C
192-223
255.255.255.0
24
8


Secara garis besar berikut inilah pembagian kelas IP
Netmask
Selain NetID yang menentukan suatu jaringan dalam satu net(jaringan) adalah netmask. Default netmask adalah sbb :
Class
Netmask
Jumlah Komputer (IP) dalam range
A
255.0.0.0
16.777.216
B
255.255.0.0
65.536
C
255.255.255.0
256

Pada dasarnya solusi sebuah subnet dimulai dengan mengenal class dari alamat IP lebih dahulu.
Class A 1 - 126 (127 reserved)
Class B 128 - 191
Class C 192 - 223  
Tidak disertakan pada Subnetting; 
Class D 224 – 239 (multicast)
Class E 240 – 254 (experimental)
Gunakan tabel berikut untuk menghitung nilai desimal dari subnet :
 
/24
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
/25
1
0
0
0
0
0
0
0
128
27
0
0
0
0
0
0
0
128
0
0
0
0
0
0
0
/26
1
1
0
0
0
0
0
0
192
27
26
0
0
0
0
0
0
128
64
0
0
0
0
0
0
/27
1
1
1
0
0
0
0
0
224
27
26
25
0
0
0
0
0
128
64
32
0
0
0
0

/28
1
1
1
1
0
0
0
0
240
27
26
25
24
0
0
0
0
128
64
32
16
0
0
0
0
/29
1
1
1
1
1
0
0
0
248
27
26
25
24
23
0
0
0
128
64
32
16
8
0
0
0
/30
1
1
1
1
1
1
0
0
252
27
26
25
24
23
22
0
0
128
64
32
16
8
4
0
0
/31
1
1
1
1
1
1
1
0
254
27
26
25
24
23
22
21
0
128
64
32
16
8
4
2
0
/32
1
1
1
1
1
1
1
1
255
27
26
25
24
23
22
21
20
128
64
32
16
8
4
2
1
*Keterangan: "/.." merupakan jumlah angka 1 dalam subnetmask Tabel IP
Class C
Subnetmask
0
128
192
224
240
248
252
254
255
Jumlah jaringan
1
2
4
8
16
32
64
128
256
Jumlah IP tiap Jaringan
256
128
64
32
16
8
4
2
1
Misalkan kita menginginkan hanya 25 komputer dalam satu jaringan dengan Net ID 192.168.50.0 /27. Mengapa menggunakan /27 ? karena subnetmask terdekat dengan 25  adalah 255.255.255.224 dengan jumlah IP tiap jaringan 32 IP. Kemudian kita tentukan jumlah IP yang dapat dipakai dalam jaringan ( IP Host ) dengan rumus :
Jumlah IP - 2
angka 2 berasal dari :
  • IP yang paling awal dari jaringan yang dipakai sebagai identitas jaringan yang tidak dapat dipakai sebagai host( Net ID )
  • IP terakhir dari jaringan yang tidak dapat dipakai sebagai host ( IP Broadcast )
karena jumlah IPnya 32, maka 32 - 2 = 30 Jadi jumah IP hostnya 30 Berikut ini hasilnya:
Net ID IP Host IP Broadcast
192.168.50.0 192.168.50.1 ; …......... ; 192.168.50.30 192.168.50.31
192.168.50.32 192.168.50.33 ; …......... ; 192.168.50.62 192.168.50.63
192.168.50.64 192.168.50.65 ; …......... ; 192.168.50.94 192.168.50.95
192.168.50.96 192.168.50.97 ; …......... ; 192.168.50.126 192.168.50.127
192.168.50.128 192.168.50.129 ; …......... ; 192.168.50.158 192.168.50.159
192.168.50.160 192.168.50.161 ; …......... ; 192.168.50.190 192.168.50.191
192.168.50.192 192.168.50.193 ; …......... ; 192.168.50.222 192.168.50.223
192.168.50.224 192.168.50.225 ; …......... ; 192.168.50.254 192.168.50.255
Semoga bermanfaat .. OK!!
/>
Read More..